24:24

Ini aku. Masih aku yang sama seperti dua tahun yang lalu. Masih aku si pelupa yang selalu mampu mengingat semua tentang kita. Tentang kota ini, kota itu. Aku, kamu. Rasa yang tertabur di sepanjang jalan. Terukir di banyak tempat. Melayang-layang di langitnya. Mengalir bersama air. Senyum bahagia, tangis perpisahan, tawa lepas yang seperti dua anak kecil tanpa beban, beserta segala luka yang kita ciptakan. Kesetiaan kita. Semua bagian kehidupan yang kita hidupi bersama.

Di dua tahun yang bukan tanpa cacat, aku tetap merasa semuanya sempurna.

Terima kasih,

atas semua rasa yang mengadiksi,

atas adanya kamu yang menyempurnakan aku,

atas sentuhan-sentuhan yang menjadi candu.

Semoga Tuhan memampukan aku untuk mencintaimu sampai pada batas tertinggi keihklasan manusia,

agar aku tak mengharapkan apapun kecuali kamu juga seperti aku yang berbahagia karena adanya kita,

agar aku tak lagi meminta hatimu yang seutuhnya,

agar tak ada lagi semoga-semoga lainnya..

Aku ingin seperti langit yang tak pernah menyesali apapun yang ditumpahkannya.

Terima kasih atas segalanya..

Aku mencintaimu dengan gembira.

Fitri Andiani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s