Maaf

Keseganan akan kau membuatku menggantungkan hasrat-hasrat mengungkap isi hati ini terlalu tinggi
Aku menyesal, aku memaki diri yang tak pernah cukup berani untuk kembali bersikap seperti gadis kecilmu lagi
Sembarang berlari menghampiri, cium pipimu kanan kiri tanpa terpikir apa itu gengsi
yang terbayang di pikirku tiap kali melihat kau hanya almanak, hanya arloji, dan alat-alat pengukur waktu yang tak kumengerti bagaimana caranya beroperasi
Sudah berapa lama? Masih berapa lama?
Sudah lama, Semoga masih lama
Dengar, tak lagi menjadi satu-satunya lelaki yang kucintai bukan berarti kau akan terganti
Selamanya kau ada di dalam aku, selamanya aku adalah kau
Kuharap kau tak keberatan dengan jarak yang kita ciptakan
Biar keinginan untuk memeluk dan membisikkan doa-doa di telingamu ini tetap di atas sana, barangkali dengan begitu mereka akan lebih cepat sampai ke meja kerja Tuhan
dan inginku membahagiakanmu lekas terlaksanakan

***
Depok, 16 Mei 2013
selamat ulang tahun, Cinta Pertama.
berjanjilah untuk mau bekerja sama; jaga kesehatanmu sembari menunggu ulat kecil ini bertransformasi menjadi kupu-kupu yang cantik. Kita bahagia sama-sama ya, Pak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s