2013’s Best Achievement

Memasuki penghujung tahun 2013, tengok-tengok sedikit ke awal tahun. Bukan bermaksud menghitung banyak kebaikan yang tak terhitung, bukan juga ingin mengingat kesedihan yang nggak perlu diingat. Sekadar mengingat harapan-harapan dan doa-doa yang tempo hari dititipkan ke nyala kembang api di pergantian menit—hari—bulan—tahun. Sesampainya doa-doa dan harapan-harapan itu ke atas, terlaksana kah di bawah sini?

Saya nggak buat banyak doa dan/atau harapan yang spesifik mengenai sesuatu menjelang tahun baru kemarin. Saya cuma ngucap selamat tinggal sama segala hal menyedihkan yang sepertinya betah di dekat-dekat saya tahun lalu, saya ucap selamat tinggal sama berantakannya hidup saya, dan ngucap bismillah buat ngejalanin hari-hari baru di tahun baru. Siap-siap jatuh cinta sepanjang tahun, siap-siap mengunjungi tempat baru, siap-siap nyobain hal-hal baru, siap-siap ngelakuin yang paling baik dari yang terbaik yang saya bisa, siap-siap bahagia. Saya siap banget buat nyambut hari-hari yang lebih baik di sepanjang tahun berikutnya.

Dan kesampaian.

Alhamdu? Lillah. 🙂

Meskipun belum berhasil mengunjungi tempat baru dan nyobain hal baru yang kalau boleh saya bilang straight to the point, saya mau naik gunung. Ikut dia. Bukan apa-apa, bukan gaya-gaya, bukan mau tiba-tiba lenjeh jadi sok anak gunung, tapi karena filosofi yang saya ciptain sendiri, hehehe. Buat saya, naik gunung itu semacam simulasi dari perjuangan kita dalam mencapai sesuatu. Dan naik gunung bukan sekadar meraih puncak, tapi juga menghargai perjalanan, mencintai segala yang ditemukan di sisi kanan-kiri jalan, menyadari betapa kita tak ada seujung kuku bagi semesta, juga belajar hidup harmonis dengan alam.

Yang itu belum kesampaian tahun ini, tapi saya masih punya banyak alasan untuk mensyukuri hidup saya di sepanjang tahun.

Ada dua hal besar terjadi menjelang akhir tahun, yang pertama, rahasia. Yang kedua, maafan sama orang yang sebelumnya saya pikir akan saya musuhi seumur hidup. Dia orangnya. Dia yang saya anggap ujung pangkal dari semua hal menyebalkan yang ingin saya tinggalkan di akhir tahun lalu. Dia yang ngasih tau saya rasanya kesakitan tapi nggak tau di mana letaknya dan akhirnya cuma bisa bengong-bengong. Dia yang sekian lama bikin hidup saya nggak tenang. Dia yang saya benci bukan main sekian tahun belakangan ini.

Time flies, people changes.

Cliché but true.

Setelah semua yang saya lakoni, saya akhirnya berkesimpulan; membenci juga butuh totalitas.

Kenapa? Supaya sisi jahat dalam diri cepat merasa puas. Supaya rasa benci itu hilang lekas-lekas.

I did.

Saya udah sampai di titik kebingungan mesti benci sama dia kayak gimana lagi, saking banyaknya kebencian yang saya curahkan ke dia dalam kurun waktu itu. Hahahaha. Saya yang tadinya selalu mengelak tiap kali menemukan kehidupan kami beririsan di banyak sisi, saya yang tadinya sekuat tenaga menghindari, akhirnya jadi yang lebih dulu menghampiri. Saya datangi dia menawarkan maaf atas tindak jahat saya yang memang selalu dengan sengaja dilakukan untuk menyakiti hatinya. Juga untuk memuaskan sisi jahat dalam diri saya yang membencinya, tentu saja. Dan, saya juga mau menerima maafnya.

It might not a really big thing for some of you. Tapi berhasil (mau) berdamai dengan yang sebelumnya saya benci sebegitunya tentu bukan hal yang biasa-biasa aja bagi saya. Such an unbelievable thing, bahkan ada beberapa yang bilang sikap saya yang sedang berusaha baik itu palsu. Ya nggak apa, jangankan mereka yang cuma pengamat, saya yang ngerasain dan ngejalanin aja masih suka heran.

Lah, katanya nggak akan maafin dia seumur hidup? Katanya sampe dia mau mati dan butuh maaf kamu buat mati dengan tenang pun kamu nggak akan ngasih maaf itu ke dia? Kok sekarang maafan? Kok malah mau temenan?

Gitu deh kira-kira monolognya. Jahat ya? Ya emang saya sesakit hati itu. Emang saya sebenci itu sama dia. Dulu. Sekarang bencinya udah habis, sakitnya membaik, sayang aja traumanya masih betah tinggal berlama-berlama.

But over all, my 2013 went so good. Alhamdulillahirabbil Aalamin. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s