Mimpi Nonton Konser Coldplay, Will It Be True?

anglo_1920x1080_coldplay-1600x720
Nonton konser Coldplay, will it be true?

Last year, I lost my father and I cried throughout the year thereafter. This year I lost almost all the opportunity to realize my dream.

***

Yea, ini cerita tentang kecintaan dan perjalanan mewujudkan salah satu mimpi besar dalam hidup gue; nonton Coldplay.

Beberapa tahun yang lalu, gue jatuh cinta sama mereka. Jatuh cinta banget. Tapi baru beberapa tahun lalu, beberapa album yang lalu.

Waktu itu mereka lagi (atau sudah, entah, gue lupa) tour Mylo Xyloto ke mana-mana. Gue lagi dilimpahkan karunia berupa wifi kenceng dan waktu luang di masa liburan semester pas kuliah. Entah gimana mulanya, yang gue lakukan saat itu adalah nontonin dan download-in video-video live performance-nya mereka untuk gue simpan di laptop dan di iPod.

Sebelumnya gue tau Coldplay? Tau, tau doang. Nggak nyimak, nggak ngefans, nggak ngamatin juga. Denger lagu mereka sekenanya. Gue cuma hapal beberapa hits mereka seperti The Scientist, Fix You sama Yellow yang panjang umur itu. Gue juga tau Viva La Vida dan We Never Change ketika itu. Intinya gue cuma tau, belum jatuh cinta apalagi tergila-gila. Baru di era Mylo Xyloto tour itu gue mulai fokus sama mereka. Pernah lihat nggak sih video-video live perform mereka di era Mylo Xyloto? The lights, the sparks, the wristbands, the ambience, benar-benar menarik untuk ditonton lagi, lagi dan lagi.

Di satu kesempatan gue bertemu dengan kawan lama, gue copy semua album beserta EP Coldplay yang dia punya, gue simpan di iPod. Gue jadi lebih tau banyak lagu mereka. Gue punya referensi, lagu mereka yang mana yang enak didengerin untuk nyemangatin gue waktu hidup lagi brengsek-brengseknya, gue punya satu lagu buat ngegombalin pacar gue saat pengin bilang “i love you, baby” dengan cara yang lain, gue punya satu lagu untuk didengerin sewaktu lagi sedih karena patah hati, dan banyak waktu-waktu lainnya di mana gue sekadar butuh musik, seringnya lagu-lagu mereka juga yang gue putar. Sampai suatu hari, film dokumenter MX tour mereka sampai ke tangan gue.

Pertama nonton itu, gue nyimak setiap detiknya dengan seksama. Yang paling membekas diingatan gue sih pas mereka nyanyi Yellow (one of my favourite song of them), Charlie Brown, dan Fix You. Nah, lagu yang terakhir ini yang lumayan bikin hidup gue tambah rumit; karena jadi tambah satu cita-cita yang setinggi langit. :))))

maxresdefault
sea of lights. (via: google image)

Yang pernah nonton film dokumenter bertajuk Coldplay LIVE 2012 itu pasti tau, gimana dentingan piano Chris memainkan intro lagu Yellow itu tiba-tiba bikin suasana jadi syahdu. Waktu mereka bawain Charlie Brown, kerasa banget betapa megahnya konser mereka, bahkan buat yang cuma nonton dari laptop kayak gue. Nyala xylo band yang kelap-kelip ngikutin irama lagu itu bener-bener bikin meriah suasana. Indah banget, ya Tuhaaaaaaan. Puncaknya pas mereka bawain Fix You—lagu galau sepanjang masa.

Tears stream down on your face, when you lose something you cannot replace

Tear stream down on your face, i promise you i will learn from my mistakes

Dan kamera mengarah ke mereka yang sing along dengan wajah haru biru, ada yang pelukan, ciuman, nangis. Buat gue bagian itu adalah klimaks dari Coldplay LIVE 2012. Waktu nonton pertama kali, napas gue rasanya tercekat di tenggorokan, dan tanpa sadar air mata gue ngalir gitu aja. Dari situ gue janji sama diri gue sendiri, suatu hari gue harus nonton konser mereka secara langsung, minimal sekali seumur hidup.

That’s why.

Kedatangan mereka ke negara tetangga—Singapura—sangat, sangat, sangat ideal buat gue kejar. Mungkin itu adalah batas kompromi antara mimpi, realita, dan upaya yang bisa gue kerahkan saat ini.

Well, A Head Full Of Dreams tour mereka udah berlangsung hampir setahun. Berbagai negara udah mereka kunjungi, tapi lagi lagi nggak ada Indonesia di daftar kunjungan mereka. Hahahaha. Nggak, gue udah nggak ngarep mereka akan datang ke Indonesia. Gue sih berdoa dan berusaha lebih keras supaya gue bisa punya lebih banyak uang buat ngejar mereka ke mana pun aja. :)))

AHFOD Tour Asia ini juga baru di-sounding pertengahan November kemarin sama mereka. Negara Asia yang mereka kunjungi antara lain; Singapore, Filliphines, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang. Ya, kan? Singapore ideal banget kan buat fans Coldplay yang duitnya pas-pasan banget kayak gue? Itu aja udah lumayan bikin kalang kabut karena selang antara announcement mereka ke penjualan tiketnya cuma sekitar seminggu. Mereka jual tiket dari November, padahal konsernya tanggal 1 April. Ya, deh. Coldplay mah bebas!

coldplay-2
Tuh, liaaaat!

Kesempatan pertama mendapatkan tiket konser itu diperuntukkan khusus pengguna kartu kredit bank tertentu di SG. Gue tentu nggak bisa ikutan. Kesempatan kedua, khusus untuk member website si promotor. Gue bisa ikutan, tapi nggak tembus. Kesempatan ketiga terbuka untuk umum, dan itu lebih bangke lagi persaingannya. The struggle is reeeaaaaaaaal! Gue nggak tembus lagi. Sedih. Tapi saat itu gue masih positif dan berpikir untuk ngejar yang di Manila, Filliphines beberapa hari kemudian. Cuma belum sampe ke tanggal penjualan tiket Manila, mereka ngumumin akan ada satu hari tambahan untuk konser di Singapore, dan itu di tanggal 31 Maret. PAS ULANG TAHUN AING!!!!

GIMANA NGGAK HISTERIS? GIMANA MAU NGGAK HEBOH? GIMANA MAU NGGAK NGAREP?????

Nggak salah dong kalo gue berpikir gue harus dapet tiketnya, dan gue akan dapet karena nyaksiin mereka secara langsung akan jadi kado ulang tahun gue? NGGAK SALAH KAAAAAN?

Sayangnya gue salah. Buat ke sekian kalinya, gue nggak berhasil dapet tiketnya. Sementara penjualan tiket Manila udah gue lewatin, Jepang dan Seoul nggak mampu gue kejar, dan satu-satunya kesempatan adalah Bangkok. Itupun masih pertengahan Desember nanti penjualan tiketnya.

Dengan kegagalan di tiga kesempatan, perburuan tiket Bangkok nanti bakalan gambling banget. Kalo gue nggak dapet lagi, gimana? Gue nggak sanggup ngebayangin ramenya media sosial dengan euforia temen-temen yang nonton, sementara gue yang katanya ngefans banget ini, cuma bisa nonton dari timeline. Itu juga kalo gue nggak pundung nge-log out semua medsos di hp nunggu euforianya kelar. Huft!

Gimana gue bakalan menjalani hari-hari penuh penyesalan ke depannya….. Nggak sanggup. Kenapa akhir tahun gue buruk gini, sih?

Last year, I lost my father and I cried throughout the year thereafter. This year I lost almost all the opportunity to realize my dream.

Gue nangis aja sejadi-jadinya siang itu. Bahkan gue nangis di depan Ibu, sejak terakhir nangis kayak gitu di….. hari Bapak meninggal hampir setahun lalu? Lupa. Pergi nonton dan jajan banyak sama Cami juga nggak banyak mengubah mood, pulangnya gue nangis lagi sampe jelek. Asli. Mukak gue jelek banget kalo abis nangis. Kayak korban penganiayaan.

Sebagian orang yang berhasil dapet tiket itu mungkin berangkat nonton, karena mereka mau aja. Sebagian lainnya berangkat nonton mungkin karena mereka bisa. Tapi gue, gue mau berangkat nonton, because that’s the dream. My dream. Nonton konser Coldplay secara langsung adalah salah satu hal yang harus gue lakuin sebelum mati. Naik haji aja belum kepikiran, Coldplay udah dikejar-kejar.

coldplaying
Still don’t know how to react if i was there.

Orang-orang terdekat gue udah sering jadi saksi khayalan babu gue untuk nonton konser mereka secara langsung. Yang kenalan di medsos juga mungkin nyadar; si mpit kegilaan sama Coldplay.

Coldplay itu mimpi yang gue sadar sesadar-sadarnya, jauh banget untuk dicapai. Tapi khayalan gue itu nggak pernah redup dari kepala.

Ngerti nggak sih? Kebayang nggak sih apa yang gue rasain belakangan ini gara-gara Coldplay bakalan tour ke Asia? :’)))

Memenggal sebait lirik dari salah satu lagunya, “for you i’d bleed myself dry”. Apapun gue lakuin demi nonton mereka di kesempatan ini. And, well, i do. I finally got the ticket.

Now the dream is (almost) real.

Gue bakalan nonton konser Coldplay secara langsung, tepat di hari ulang tahun gue tanggal 31 Maret 2017 nanti. And you know what’s make it even better?

coldplay-1
Salah satu tweet ngablu di bulan April 2013. :))

GUE NONTONNYA SAMA CAMIIIIIIIIIII!

Masih kayak mimpi.

Ya Tuhaaaan, semoga sehat, semoga panjang umur, semoga dilancarkan semuanya.

Well, i didn’t get the best spot. But never mind, this is the best possible way i could go. THE DREAM IS ALMOST REAL BABY!

 

 

 

***

Depok, 27 November 2016

Akhirnya kisah ini bisa ada di blog gue! Hahahahahaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s