Kangen Nulis

Adalah sebuah keanehan bagi saya yang pekerjaan sehari-harinya nulis ini mengeluh merasa kangen nulis.

“Ya wajar, tulisannya juga kan beda kalau buat kerjaan sama buat sendiri”

Saya bisa jawab; nggak, hampir nggak ada bedanya.

Di sini saya banyak membicarakan tentang pacar, tentang sahabat, tentang hubungan dengan keluarga maupun fenomena-fenomena lain yang menurut saya menarik untuk dituliskan. Percaya nggak percaya, begitu juga lah bentuk tulisan yang saya tukar dengan pundi-pundi rupiah setiap bulannya.

Somehow, apa yang saya jalani saat ini adalah doa yang terkabul. Seingat saya, saya pernah nyeletuk, “enak kali ya, kerjanya nulis curhatan doang tapi dibayar.” Lucu. :))) sekarang itu jadi makanan sehari-hari, tapi saya malah merasa…. hampa.

***

Suatu siang, tiba-tiba saya mengadu sama Cami. Bilang saya mumet dan benar-benar sedang berada pada puncak kejenuhan akan rutinitas saya. Setelah cerita panjang lebar, barulah saya bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi; saya kangen nulis.

Saya adalah tipe orang yang terbiasa menulis untuk menyalurkan perasaan-perasaan atau pikiran yang saya simpan. Saya terbiasa menjadikan menulis sebagai stress-healing, maka ketika saya nggak bisa mendapatkan kesempatan itu, saya stres. Parah.

Kenapa saya nggak bisa nulis?

Simply karena kekurangan waktu luang aja, sih. Setiap hari saya bangun pagi (walau nggak pagi-pagi banget), berangkat ke kantor yang di jalan kadang saya mulai menyusun outline tulisan saya hari ini atau bahkan sudah nulis 1-2 artikel sambil berdiri di kereta, sampai kantor langsung buka laptop atau mondar-mandir sebentar bikin kopi, lalu terpaku untuk menulis sampai kuota tulisan saya hari itu terpenuhi. Kadang hingga melebihi jam kerja hingga saya harus kembali lebih malam, kadang tepat waktu. Sepulang kerja, mengulangi rute yang sama meski kali ini nggak sambil nulis. Sampai rumah badan udah ngajak rebah. Kalau ada waktu senggang juga biasanya dipakai untuk main cari hiburan, ketemu temen-temen, dll. Kapan nulisnya? Ya, kapan-kapan, deh.

Belakangan juga saya kangen untuk ngerjain project-project pribadi, masih seputar tulis menulis sih. Ya, ngutak-atik blog, update blog sama Cami (baca juga: seeuskissing), apapun lah. Pengin berbuat sesuatu yang saya senangi. Tapi nggak kesampaian. Jadi aja saya uring-uringan dan mengeluh soal pekerjaan kayak gini.

Padahal mungkin keadaannya nggak seburuk itu. Saya nggak sesibuk itu sama pekerjaan. Hanya saja saya menyerah dengan rutinitas yang seakan membatasi ruang gerak.

Sebagai seseorang yang menjadikan “menulis” sebagai terapi, nggak punya kesempatan untuk menulis kayak gini benar-benar bikin stres. Semacam nggak ada pencapaian buat diri sendiri, dan itu menyebalkan.

 

Eh, lho, lho, ini saya nulis!

 

HOREEEEE!

 

 

***

Depok, Desember 2016

Advertisements

2 thoughts on “Kangen Nulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s